Selasa, 07 Juni 2011

Si bodoh yang sukses

Dengan membaca judul postingan ini, mungkin kita akan berfikir sinis, mana mungkin orang yang bodoh bisa sukses. Anggapan itu tidak salah dan tidak selamanya juga benar. Orang bodoh yang tidak sukses terlebih disebabkan karena mereka terkungkung dalam kebodohannya, dan tidak ada sedikitpun semangat untuk menghapus image bodoh yang disandangkan orang lain kepadanya. Sebagai bukti adalah Adam Khoo, dia orang yang semula dianggap bodoh tapi pada akhirnya sukses dan menjadi seorang miliyarder, ikuti kisahnya...
Seperti yang diceritakan Tung Desemen Waringin dalam Bukunya Financial Revolution, saat usia  12 tahun Adam Khoo dicap sebagai orang yang malas, bodoh, agak terbelakang dan tidak ada harapan. Ketika di bangku SD dia benci membaca, maunya hanya main game computer dan nonton TV. Saat duduk di kelas 3 dia dikeluarkan dari sekolah, dan pindah ke sekolah yang lain. Ketika mau masuk SMP, dia ditolak 6 sekolah, dan akhirnya masuk sekolah yang terjelek. Di sekolah yang begitu banyak orang bodohnya, Adam Khoo termasuk yang paling bodoh, di menduduki peringkat 10 terbawah dari 160 siswa.

Orang tua mana yang tidak panik melihat keadaan anaknya seperti itu, hal ini dialami oleh orang tua Adam Khoo. Adam Khoo dikirim ke banyak les, tapi hal itu tidak menolong sama sekali. Pernah guru matematika Adam Khoo mengundang ibu Adam Khoo dan bertanya, “Kenapa di SMP kelas 1, Adam Khoo tidak bisa mengerjakan soal kelas 4 SD?”

Pada usia 13 tahun, Adam Khoo dikirim ke Super-Teen Program yang diajari oleh Ernest Wong, yang menggunakan teknologi Accelerated Learning, Neuro Linguistic Programming (NLP) dan Whole Brain Learning. Sejak saat itu keyakinan Adam Khoo berubah. Ia yakin bahwa dia bisa.

Sang Master Ernest Wong menunjukkan pada dia bahwa semua orang bisa menjadi genius dan menjadi pemimpin walaupun awalnya bodoh sekalipun. Dikatakan oleh Ernest Wong , “Satu-satunya hal yang bisa menghalangi kita adalah keyakinan yang salah serta sikap yang negatif.

Kata-kata itulah yang mempengaruhi dan akhirnya mengubah jalan hidup Adam Khoo. Dia akhirnya memiliki keyakinan bahwa kalau ada orang yang bisa mendapatkan nilai A, dia juga bisa. Selama ini Adam Khoo bodoh, karena dia masih muda, naïf, dan menerima sepenuh hati kata-kata orang lain yang negatif.

Untuk pertama kalinya dalam hidupnya Adam Khoo berani menentukan targetnya, yaitu mendapatkan nilai A semua. Dia menentukan goal jangka pendeknya, yaitu masuk Vitoria Junior College (SMA terbaik di Singapura), tujuan jangka panjangnya masuk National University of Singapore dan menjadi murid terbaik disana.

Ketika kembali ke sekolah, Adam Khoo langsung take action dengan menempel kata-kata motivasional yang dia gambar sendiri dan belajar menggunakan cara belajar yang benar, yang selama ini tidak diajarkan di sekolah manapun, menggunakan teknik membaca cepat, cara mencatat menggunakan kedua belah otak, dan menggunakan teknik super memori, dan ketika Adam Khoo ditanyai oleh gurunya, dia bisa menjawab dengan tepat.

Ketika teman-teman dan gurunya bertanya apa yang akan dia raih, dijawab oleh Adam Khoo bahwa dia akan menjadi ranking No.1 di sekolahnya, masuk Victoria Junior College dan National University of Singapore. Semua orang menertawakannya, karena tidak pernah terjadi dalam sejarah bahwa lulusan SMP tersebut masuk Victoria Junior College dan National University of Singapore. Bukannya jadi lemah karena di tertawakan, malah sebaliknya Adam Khoo semakin merasa tertantang untuk lebih bekerja dengan cerdas dan keras untuk mencapai impian dan mengubah sejarah.

Dalam waktu 3 bulan rata-rata nilainya naik menjadi 70. Dalam satu tahun, dari ranking terbawah dia menduduki peringkat 18, dan ketika lulus SMP, dia menduduki peringkat 1 dengan Nilai Ujian Akhir A semua untuk 6 mata pelajaran yang diujikan.

Dia kemudian diterima di Victoria Junior College dan mendapatkan nilai A bulat untuk tiga mata pelajaran favoritnya. Akhirnya dia diterima di National University of Singapore (NUS) dan karena di universitas itu dia setiap tahun menjadi juara, akhirnya Adam Khoo dimasukkan ke NUS Talent Development Program. Program ini diberikan khusus kepada TOP 10 mahasiswa yang dianggap jenius.

Di Usia 26 tahun, ceritanya sudah seperti bumi dan langit, Adam Khoo sudah punya  empat bisnis yang beromzet US$ 20juta. Bagaimana seorang yang tadinya dianggap bodoh, agak tebelakang, dan tidak punya harapan, serta menduduki peringkat terendah di kelasnya bisa berubah, menjadi juara kelas dan dianggap genius?

Adam Khoo melakukannya dengan merevolusi  keyakinannya yang salah menjadi keyakinan yang tepat (dari keyakinannya “Saya bodoh, lulus saja susah” menjadi “Kalau orang lain bisa mendapatkan A, saya juga bisa!”)

Kunci suksesnya yang kedua adalah tujuan yang mantap (“Nilai saya harus A semua, juara 1, masuk Victoria Junior College, masuk NUS dan menjadi terbaik disana”)

Dia juga punya alasan yang sangat kuat dan berani bicara di depan kelas dan ditertawakan
mengucapkan public commitment di depan taman-teman. Akibatnya, kalau tidak dapat nilai A, dia akan malu luar biasa; sedangkan bila mendapat nilai A, dia akan bangga luar biasa.

Jadi kita sekarang mulai memutar haluan pikiran kita yang berupa anggapan dan cibiran kepada orang bodoh, bahwa tidak selamanya orang bodoh akan tidak mencapai kesuksesan. Nasib, jalan hidup sudah ditentukan Tuhan, kita tidak dapat mengetahui apa yang akan terjadi di depan kita dan di depan orang-orang di sekitar kita. Mulai sekarang bangkitlah, mulailah untuk berpikir, lakukan aksi untuk mencapai tangga kesuksesan, sukses di dunia, sukses pula di akhirat.

SALAM SUKSES BUAT ANDA DAN KITA SEMUA, AMIIN....  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar